Pergaulan di Kampus, Antara Individualisme dan Kolektivitas

 


Mahasiswa yang memasuki dunia kampus sering dihadapkan pada pilihan: apakah ingin menjadi individu yang mandiri atau lebih aktif dalam kelompok sosial. Tidak sedikit mahasiswa yang lebih memilih untuk fokus pada diri sendiri, belajar dengan tekun, dan menghindari pergaulan yang terlalu luas. Namun, ada juga yang aktif di organisasi, mengikuti komunitas, dan menjalin banyak pertemanan.

Dalam kehidupan kampus, keseimbangan antara individualisme dan kolektivitas sangat penting. Menjadi mandiri dalam belajar adalah hal yang baik, karena itu mencerminkan kedewasaan dan tanggung jawab pribadi. Namun, jika terlalu tertutup dan enggan bergaul, mahasiswa bisa kehilangan kesempatan untuk belajar dari pengalaman orang lain, membangun jaringan, dan mengembangkan keterampilan sosial.

Di sisi lain, terlalu aktif dalam pergaulan tanpa batas juga bisa berdampak negatif. Banyak mahasiswa yang terlalu sibuk dengan aktivitas sosial hingga mengabaikan akademik. Oleh karena itu, mahasiswa harus cerdas dalam mengelola waktu dan menentukan prioritas.

Pergaulan yang sehat adalah yang memberikan manfaat bagi perkembangan diri. Bergabung dalam komunitas yang sejalan dengan minat dan nilai-nilai pribadi bisa menjadi pilihan yang baik. Mahasiswa juga perlu bergaul dengan orang-orang dari berbagai latar belakang agar memiliki sudut pandang yang lebih luas. Dengan keseimbangan yang tepat, mahasiswa bisa berkembang secara akademik dan sosial secara bersamaan.


0 Comments